Sadarlah...
Hari ini gue tersadar dan sangat tersadar lagi akan pentingnya kata "Give" yaitu memberi. Kalau dalam islam disebut infak dan zakat. Dari kecil sejak masih balita orang tua gue mulai mengenalkan ilmu agama kepada anak-anaknya. Kalau di minang ada istilahnya ke surau untuk mengaji. mengaji ilmu agama. Sejak kecil tiada hendi di setiap ceramah para ustad, setiap uraian para guru kita dianjurkan untuk berinfak. setiap hari jumat di sekolah setelah acara kultum selalu ada pemungutan infak yang tujuannya adalah untuk melatih diri kitadari kecil.
Tapi masih banyak saja kita menemukan orang-orang yang enggan untuk memberi. orang-orang disini maksud gue adalah individu, itu bisa saja diri kita sendiri. apalagi kalau kita bertenu dengan pengamen dilampu merah atau diangkot, tak jarang kita enggan untuk memebri meski hanya 2 rb saja, alasannya adalah karna takut uang tersebut dipergunakan untuk hal tidak baik kaya beli rokok, ngecat rambut jadi warna warni, diapke buat tato atau hal2 lain yang sama sekali tidak membawa manfaat.
kalau kita berkaca dengan kaca yang lebih jernih, sesungguhnya dalam berinfak itu tidak ada rukun dan syaratnya. kita tidak perlu tau uang yang sudah kita beri akan digunakan untuk apa,bermanfaat atau tidak, karna pada itu sama sekali bukan urusan kita. tugas kita sebagi insan adalah berbagi rezeki kepada sesama karna seperti kita tahu dari setiap rezeki yang kita peroleh ada hak orang lain didalamnya. yang terpenting adalah kita sudah menjalan tugas sebagai hamba yang mematuhi perintah Allah SWT.
Jadi hari ini gue baca sebuah buku motivasi kesuksesan yang penulisnya bahkan bukan muslim namun dia sangat percaya dengan kekuatan memebri. kalau kamu mengiinginkan sesuatu memberilah terkebih dahulu. itu adalah salah satu kunci dia untuk mencapai sukses. gue langsung tersentah seolah ada titik sensitif yang tersentuh... wkwkwk. memang sejak gue menjadi anak kos2an yang hanya mempunyai income dari orang tua gue jadi jarang memberi ya dengan alasan2seperti yang disebutkan diatas. kadang gue berfikir gue aja akhir bulan makan nasi pake kuah indomie gimana mau ngasih buat sendiri aja engga cukup suka kurang. sekarang gue jadi tersadar kita ga perlu nunggu kaya dulu baru mau ngasih karna kalo kaya gitu kita ga akan pernah kaya lahirdan bathin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar